100 yard
Dia duduk di sebuah kursi panjang di sudut taman kota sembari membaca sebuah buku setebal 2 cm. Rambut sebahunya yang berwarna coklat dan kulit kuning langsatnya benar-benar membuatku seolah-olah kehilangan defense seketika. Aku sadar, dia memang cantik, sangat cantik, apapun bagian dari dirinya pasti cantik. Bahkan aku selalu terperanjat oleh serangan bertubi-tubi dari "aura" yang dia miliki. Aura yang selalu berbeda di setiap hal yang dia lakukan. Misalnya saja, saat dia sedang membaca buku seperti sekarang, seolah-olah aura biru yang melambangkan "ketenangan" itu keluar dari dirinya dan memenuhi lingkungan sekitarnya, termasuk ruang-ruang di dalam hatiku. Atau saat aku melihatnya bercengkrama dengan teman-teman di kelas tadi, aura berwarna pink yang melambangkan "keceriaan" tiba-tiba menyeruak memenuhi seluruh isi kelas. Semua orang merasakan hal-hal positif dari gelak tawanya, indah senyumnya, dan masih banyak lagi. Termasuk aku yang sudah 3 tahun ini diam-diam menyukainya.
Kalian pasti bisa menebak apa yang akan kulakukan sekarang. Yah aku hanya akan mempertahankan rekorku sebagai seorang stalker sejati. Berdiri disini dengan jarak sekitar 100 yard dari tempat si cantik duduk, bersembunyi di balik semak-semak dengan sebuah binokuler yang tetap standby mengawasinya. Entah sampai kapan aku bertahan dengan pekerjaan ini, yah setidaknya aku sudah cukup senang melihatnya dari kejauhan. Bahkan aku sudah mengklaim dunia milik kami adalah sebatas 100 yard dari tempatku mengawasinya hingga tempatnya disana. Sebatas 100 yard, sisanya kuanggap dunia lain saja.
Story of Dull Bulls
Thousands hopes left behind
when there's no one can stop the chaos
No intention at all, no concern anyway
like the bulls who let themselves being enslaved
A single rope tied in their necks
dragged for a certain miles to get some herbs
Chewing, chewing, with an emotionless expression all day long
seemingly those herbs are enough for them
And you, so-called brained creature called human
a sophisticated being destined to rule the world
Acting like a brainless bull who never did care
feeding yourselves without turning around to look over the bitter of life
Back to those dull bulls
they keep chewing, chewing, and chewing herbs
Can you notice those swollen-like belly ?
Can you notice those hopeless and monotonous face ?


